In lays packet nitrogen gas is filled.. it is done to keep chips fresh and tasty.. it also increases shelf life... it also cushions the contents in packet...
In each and every packaging item we generally use N2(nitrogen) bcs it does'nt reacts with the food item .
Lay's packs are filled with nitrogen gas to preserve the chips by preventing oxidation. This helps maintain their freshness and quality by protecting them from crushing during transport. The use of nitrogen extends the shelf life of the product significantly.
;
Jawaban:Berikut contoh rancangan modul 1 PPG 2025 untuk pembelajaran berdiferensiasi di kelas 3 mata pelajaran Bahasa Indonesia. Ingatlah bahwa ini hanyalah contoh dan perlu disesuaikan dengan kurikulum, silabus, dan kebutuhan siswa Anda. Modul 1: Pembelajaran Berdiferensiasi - Bahasa Indonesia Kelas 3 Tema: Dongeng Rakyat Subtema: Si Kancil dan Buaya (sebagai contoh) Tujuan Pembelajaran: Setelah mengikuti modul ini, peserta PPG diharapkan mampu: - Mendeskripsikan konsep pembelajaran berdiferensiasi.- Mengidentifikasi kebutuhan belajar yang beragam pada siswa kelas 3.- Merancang dan melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi untuk materi dongeng rakyat.- Mengevaluasi dan merevisi pembelajaran berdiferensiasi yang telah dilakukan. Kompetensi Dasar (KD) yang akan dicapai: - 3.10 Mengenal berbagai jenis karya sastra anak, seperti dongeng, fabel, dan mite.- 4.10 Menceritakan kembali isi dongeng dengan bahasa sendiri. A. Pendahuluan: - Pengertian Pembelajaran Berdiferensiasi: Penjelasan singkat tentang definisi, prinsip, dan manfaat pembelajaran berdiferensiasi, serta perbedaannya dengan pembelajaran konvensional. Sertakan contoh-contoh strategi diferensiasi.- Kebutuhan Belajar Siswa yang Beragam: Diskusi tentang berbagai tipe kecerdasan (Gardner), gaya belajar, dan tingkat kemampuan siswa. Bagaimana mengidentifikasi kebutuhan belajar siswa secara individual.- Analisis KD dan Materi: Analisis KD dan materi dongeng Si Kancil dan Buaya untuk menentukan aspek-aspek yang dapat dibedakan. B. Pengembangan Perencanaan Pembelajaran: - Identifikasi Tipe Diferensiasi: Memilih tipe diferensiasi yang sesuai (konten, proses, produk, atau belajar). Contoh:- Diferensiasi Konten: Memberikan teks bacaan dengan tingkat kesulitan yang berbeda (teks sederhana, teks dengan kosa kata yang lebih kaya, teks dengan pertanyaan tambahan).- Diferensiasi Proses: Memberikan aktivitas belajar yang berbeda sesuai gaya belajar siswa (misalnya, diskusi kelompok, presentasi, membuat gambar, menulis cerita ulang).- Diferensiasi Produk: Memberikan pilihan cara siswa menunjukkan pemahaman mereka (misalnya, membuat komik, pidato, drama, menulis puisi).- Perencanaan Pembelajaran: Merancang RPP yang memuat:- Tujuan pembelajaran yang spesifik dan terukur.- Aktivitas pembelajaran yang bervariasi dan disesuaikan dengan kebutuhan siswa.- Alat dan bahan yang dibutuhkan.- Metode penilaian yang sesuai dengan tipe diferensiasi.- Contoh RPP Berdiferensiasi: Diberikan contoh RPP yang telah disusun dengan rincian kegiatan yang terdiferensiasi. C. Implementasi dan Evaluasi: - Simulasi Pembelajaran: Peserta PPG melakukan simulasi pembelajaran berdiferensiasi dengan memperhatikan perbedaan kebutuhan belajar siswa.- Refleksi dan Evaluasi: Peserta PPG merefleksikan proses pembelajaran dan mengevaluasi efektivitas strategi diferensiasi yang digunakan. Identifikasi kendala dan solusi yang mungkin dilakukan.- Revisi RPP: Berdasarkan refleksi dan evaluasi, peserta PPG merevisi RPP agar lebih efektif. D. Penutup: - Kesimpulan: Ringkasan materi dan poin-poin penting.- Tugas Mandiri: Peserta PPG diminta untuk merancang RPP berdiferensiasi untuk materi dongeng rakyat lain.- Referensi: Daftar pustaka yang digunakan. Bahan Tambahan: - Artikel tentang pembelajaran berdiferensiasi.- Contoh-contoh aktivitas pembelajaran berdiferensiasi.- Template RPP yang terdiferensiasi. Catatan: Modul ini perlu dilengkapi dengan materi dan aktivitas belajar yang lebih detail dan spesifik untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Modul ini juga harus disesuaikan dengan konteks dan kebutuhan peserta PPG. Penilaian harus mencakup observasi, portofolio, dan refleksi.
Jawaban:Penjelasan:Tentu, berikut adalah contoh modul pembelajaran berdiferensiasi untuk kelas 3 mata pelajaran Bahasa Indonesia, dengan fokus pada materi "Dongeng". Modul ini akan mengadaptasi pembelajaran agar sesuai dengan berbagai gaya belajar dan tingkat pemahaman siswa. Modul Pembelajaran Berdiferensiasi Bahasa Indonesia Kelas 3: DongengTujuan Pembelajaran:Siswa dapat mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik dalam dongeng.Siswa dapat menceritakan kembali isi dongeng dengan bahasa sendiri.Siswa dapat membuat kesimpulan sederhana dari sebuah dongeng.Siswa dapat menghargai nilai-nilai positif yang terkandung dalam dongeng. Identifikasi Kebutuhan Siswa:Gaya Belajar:Visual (suka melihat gambar dan cerita), Auditori (suka mendengar cerita), Kinestetik (suka bergerak dan mempraktikkan).Tingkat Pemahaman:Ada siswa yang sudah lancar membaca dan memahami cerita, ada yang masih perlu bimbingan dalam membaca dan memahami.Strategi Pembelajaran:Diferensiasi Konten:Kelompok A (Visual): Menyediakan gambar-gambar ilustrasi untuk setiap adegan dalam dongeng. Guru dapat menggunakan media audio visual seperti video dongeng untuk menarik perhatian siswa.Kelompok B (Auditori): Menyediakan rekaman audio dongeng. Siswa dapat mendengarkan dongeng berulang kali.Kelompok C (Kinestetik): Menyediakan alat peraga sederhana (boneka, wayang kertas) untuk memerankan tokoh-tokoh dalam dongeng.Diferensiasi Proses:Kelompok A (Visual): Membaca dongeng bersama-sama dengan guru, lalu siswa diminta untuk membuat cerita bergambar dari dongeng.Kelompok B (Auditori): Mendengarkan dongeng, kemudian menceritakan kembali isi dongeng secara lisan.Kelompok C (Kinestetik): Membaca dongeng bersama-sama, kemudian memerankan adegan-adegan penting dalam dongeng.Diferensiasi Produk:Kelompok A (Visual): Membuat buku cerita bergambar dari dongeng.Kelompok B (Auditori): Merekam cerita dongeng yang telah diceritakan ulang.Kelompok C (Kinestetik): Membuat pertunjukan drama sederhana dari dongeng.Penilaian:Penilaian formatif dilakukan selama proses pembelajaran, dengan memberikan umpan balik secara individual.Penilaian sumatif dilakukan melalui produk yang dihasilkan oleh masing-masing kelompok.Contoh Kegiatan:1. Pendahuluan:Guru memulai pembelajaran dengan menceritakan sebuah dongeng yang menarik, atau memutar video dongeng yang sudah disiapkan.2. Kegiatan Inti:Guru membagi siswa ke dalam kelompok berdasarkan gaya belajar, kemudian memberikan tugas sesuai dengan diferensiasi konten dan proses yang telah direncanakan.3. Kegiatan Akhir:Siswa mempresentasikan hasil karyanya (buku cerita bergambar, rekaman suara, atau pertunjukan drama). Guru memberikan apresiasi dan penguatan positif. Contoh Aktivitas:Aktivitas Visual:Siswa membuat cerita bergambar berdasarkan dongeng "Kura-kura dan Kelinci". Mereka akan menggambar setiap adegan penting dalam dongeng, kemudian menceritakan gambar-gambar tersebut.Aktivitas Auditori:Siswa mendengarkan rekaman dongeng "Bawang Merah dan Bawang Putih". Kemudian, mereka menceritakan kembali isi dongeng dengan bahasa mereka sendiri.Aktivitas Kinestetik:Siswa membaca dongeng "Timun Mas". Lalu, mereka memerankan adegan-adegan penting dalam dongeng dengan menggunakan alat peraga yang telah disiapkan.Tips untuk Guru:Pastikan guru memiliki pemahaman yang baik tentang berbagai gaya belajar siswa.Guru perlu mempersiapkan materi pembelajaran yang beragam dan menarik.Berikan dukungan dan bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing siswa.Ciptakan suasana kelas yang positif dan menyenangkan.Modul ini hanyalah contoh, guru dapat mengembangkan modul pembelajaran berdiferensiasi lainnya sesuai dengan materi yang akan diajarkan dan karakteristik siswa di kelas masing-masing.