x − t h e seco n d an g l e x + 1 7 o − t h e f i rs t an g l e 6 x − t h e t hi r d an g l e T h e e q u a t i o n : x + x + 1 7 o + 6 x = 18 0 o
S o l v e : 8 x = 18 0 o − 1 7 o 8 x = 16 3 o ∣ d i v i d e b o t h s i d es b y 8 x = 8 16 3 o x = 20.37 5 o x + 1 7 o = 20.37 5 o + 1 7 o = 37.37 5 o 6 x = 6 × 20.37 5 o = 122.2 5 o M e a s u re o f t h e an g l es : 37.37 5 o ; 20.37 5 o an d 122.2 5 o .
We defined the angles of the triangle with x as the second angle. The first angle was expressed as x − 1 7 ∘ , and the third angle as 6 x . We set up the equation and found the measures of the three angles respectively.
;
Jawaban:UMK biasanya merujuk ke Usaha Mikro dan Kecil, tetapi dalam konteks perhitungan ini kemungkinan yang dimaksud adalah Unit Manajemen Keuangan atau suatu proyek investasi, karena terkait NPM dan metode CTTOR. Aku akan jelaskan sesuai istilah finansial.NPM = 2,2%NPM (Net Profit Margin) adalah rasio laba bersih terhadap penjualan, yaitu 2,2%, artinya setiap Rp 100 penjualan menghasilkan Rp 2,2 laba bersih.Metode CTTORCTTOR adalah singkatan dari Cash Turnover, Total Operating Ratio. Metode ini biasanya digunakan untuk menilai efisiensi operasi dan perputaran modal dalam suatu usaha atau proyek.Fungsi utama metode CTTOR adalah mengukur:1. Seberapa cepat modal kerja berputar (Cash Turnover)2. Seberapa efisien operasi berjalan (Operating Ratio)Relevansi pemilihan metode CTTOR untuk UMK dengan NPM 2,2%:1. NPM rendah (2,2%) menunjukkan keuntungan bersih relatif kecil terhadap penjualan. Ini mengindikasikan bahwa margin usaha tipis.2. Dengan margin tipis, penting untuk mengelola modal kerja secara efisien agar arus kas tetap lancar.3. Metode CTTOR cocok karena menekankan efisiensi operasi dan perputaran modal, sehingga UMK bisa:Mempercepat penjualan menjadi kas (Cash Turnover)Mengurangi biaya operasional yang tidak perlu (Total Operating Ratio)4. Hasil analisis CTTOR dapat digunakan untuk menentukan strategi peningkatan profitabilitas, misalnya dengan mengurangi biaya operasional, meningkatkan volume penjualan, atau mengoptimalkan perputaran persediaan.Kesimpulan:Untuk UMK dengan NPM rendah (2,2%), metode CTTOR sangat tepat karena fokus pada efisiensi operasi dan perputaran modal yang berpengaruh besar pada profitabilitas.Metode ini membantu UMK memahami bagian mana dari operasi yang kurang efisien dan mengelola arus kas agar tetap sehat.Penjelasan:Udah segitu dulu jawaban dariku semoga bermanfaat… jangan lupa dijadiin jawaban tercerdas yaaa