VincenTragosta - Tanya, Jawab, dan Belajar Tanpa Batas Logo

In Kimia / Sekolah Menengah Atas | 2025-08-24

Tuliskan teori atom beseta penjelasan nya..​

Asked by suliandiawi

Answer (4)

the south was angry because lincoln opposed slavery and when he won the election the south seceded from the union and made the CSA

Answered by creativecook | 2024-06-10

Sectionalism was central to Abraham Lincoln's victory in the 1860 presidential election. It heightened the political divide between the pro-slavery South and the anti-slavery North, leading to Southern secession and the Civil War after Lincoln won based primarily on Northern support.

Sectionalism played a critical role in Abraham Lincoln's triumph in the 1860 presidential election. Prior to the election, the country was deeply divided along sectional lines, with the North and South clashing over the issue of slavery.
The Illinois Senate race in 1858 between Lincoln and Stephen Douglas amplified the national discussion on slavery and propelled Lincoln into the national spotlight as a strong Republican candidate. This debate and the subsequent strengthening of the Republican party in the North set the stage for the 1860 election.
In the 1860 election, Lincoln won nearly all northern states and none from the South, where his name was often not even on the ballot. His victory was facilitated by the splintering of the Democratic party into multiple factions and the growing influence of the Republican party in the North.
The context of sectional tensions and the Republican platform—which opposed the expansion of slavery into new territories—deemed Lincoln a threat to Southern interests. Lincoln's election, thus, was not merely a result of the popular vote, but rather a reflection of the sectional divide that had been intensifying for decades.
The election outcome was a trigger for Southern secession, as evidenced by immediate steps taken by South Carolina and other Southern states to leave the Union.
This secession was largely driven by fears that Lincoln's presidency would inhibit their slaveholding rights, despite his expressed intentions not to interfere with slavery where it already existed. Sectionalism was not only pivotal to Lincoln's election but also set the nation on the irreversible path to the Civil War.

Answered by qwmoon | 2024-06-24

Sectionalism significantly influenced Lincoln's 1860 election victory by creating divisions within the Democratic Party and enabling him to secure almost all Northern votes. His platform opposed the expansion of slavery, which alarmed the South, leading to their immediate response of secession. This clear divide showcased how sectional interests overshadowed national unity during this critical period in American history.
;

Answered by creativecook | 2024-10-01

Jawaban:bahas teori atom dan penjelasannya.1. Teori Atom Dalton (Awal Abad ke-19): - Konsep Dasar:- Unsur terdiri dari atom: Materi terdiri dari partikel kecil yang tidak dapat dibagi lagi, disebut atom.- Atom unsur sejenis identik: Semua atom dari suatu unsur memiliki sifat yang sama (massa, ukuran, dll.).- Atom unsur berbeda berbeda: Atom dari unsur yang berbeda memiliki sifat yang berbeda.- Reaksi kimia adalah penataan ulang atom: Senyawa terbentuk dari kombinasi atom dalam perbandingan bilangan bulat sederhana. Atom tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan dalam reaksi kimia.- Penjelasan: Teori ini menjelaskan hukum kekekalan massa dan hukum perbandingan tetap dalam reaksi kimia.- Keterbatasan: Tidak menjelaskan adanya isotop (atom dengan massa berbeda dari unsur yang sama) dan tidak menjelaskan struktur internal atom. 2. Teori Atom Thomson (Akhir Abad ke-19): - Konsep Dasar:- Atom seperti "roti kismis": Atom adalah bola bermuatan positif yang di dalamnya tersebar elektron-elektron bermuatan negatif.- Penjelasan: Berdasarkan eksperimen tabung sinar katoda yang menunjukkan adanya partikel bermuatan negatif (elektron).- Keterbatasan: Tidak menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke inti karena gaya tarik elektrostatik. 3. Teori Atom Rutherford (Awal Abad ke-20): - Konsep Dasar:- Atom punya inti: Sebagian besar massa atom dan muatan positif terkonsentrasi di inti atom yang sangat kecil.- Elektron mengorbit inti: Elektron bergerak mengelilingi inti seperti planet mengelilingi matahari.- Penjelasan: Berdasarkan eksperimen hamburan partikel alfa pada lapisan tipis emas.- Keterbatasan: Tidak menjelaskan mengapa elektron tidak memancarkan energi dan jatuh ke inti saat bergerak mengelilinginya (bertentangan dengan teori elektromagnetik klasik). 4. Teori Atom Bohr (Awal Abad ke-20): - Konsep Dasar:- Elektron berada pada orbit tertentu: Elektron hanya dapat berada pada orbit dengan energi tertentu (tingkat energi).- Kuantisasi energi: Elektron dapat berpindah dari satu orbit ke orbit lain dengan menyerap atau memancarkan energi dalam jumlah tertentu (foton).- Penjelasan: Mengatasi masalah ketidakstabilan atom Rutherford dengan memperkenalkan konsep kuantisasi energi.- Keterbatasan: Hanya berlaku untuk atom dengan satu elektron (seperti hidrogen) dan tidak dapat menjelaskan spektrum atom yang lebih kompleks. 5. Teori Atom Modern (Mekanika Kuantum): - Konsep Dasar:- Dualisme gelombang-partikel: Elektron memiliki sifat gelombang dan partikel.- Prinsip ketidakpastian Heisenberg: Tidak mungkin mengetahui posisi dan momentum elektron secara bersamaan dengan akurat.- Orbital atom: Elektron berada dalam orbital atom, yaitu daerah di sekitar inti di mana probabilitas menemukan elektron paling besar.- Penjelasan: Berdasarkan mekanika kuantum, menggambarkan atom secara lebih akurat dengan menggunakan fungsi gelombang untuk menentukan probabilitas keberadaan elektron.- Model yang diterima saat ini: Model atom modern adalah model yang paling akurat dan kompleks, yang menjelaskan berbagai fenomena atomik dan molekuler. Semoga penjelasan ini lengkap dan membantu

Answered by ara1412 | 2025-08-24