To reduce a fraction to a simpler form, find a common factor of the numerator and denominator, and divide them both by it. If they have no common factor, then the fraction is in its simplest form.
Just looking at 45 and 70, we know immediately that they're both multiples of 5 . So let's divide top and bottom by 5 :
45/70 = 9/14 .
That's simpler.
Now, do 9 and 14 have any common factors ? No ? Good. That means that 9/14 is the simplest form of 45/70.
You didn't have to know what it is. You just had to know how to find it.
To simplify 70 45 , divide both the numerator and denominator by their greatest common divisor, which is 5. This results in 14 9 , which is the simplest form of the fraction. Thus, 70 45 = 14 9 .
;
Jawaban:QS. Al-Baqarah ayat 173اللَّهُ berfirman:> "Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan hewan yang disembelih dengan (menyebut nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."(Al-Baqarah: 173)Ayat ini menjelaskan bahwa:Halal: Segala makanan yang baik, bersih, dan bermanfaat.Haram: Bangkai, darah, daging babi, serta hewan yang disembelih bukan atas nama Allah.Keringanan: Jika terpaksa (darurat), diperbolehkan memakannya sekadar untuk menyelamatkan diri.QS. Al-Maidah ayat 3> "Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih bukan atas (nama) Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas — kecuali yang sempat kamu sembelih — dan (diharamkan pula) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, itu adalah kefasikan."(Al-Maidah: 3)Kesimpulan dari ayat-ayat di atas:Makanan halal adalah yang baik, bersih, menyehatkan, dan disembelih dengan menyebut nama Allah.Makanan haram meliputi bangkai, darah, daging babi, hewan yang tidak disembelih atas nama Allah, hewan yang mati karena kecelakaan (dicekik, dipukul, jatuh, ditanduk), hewan yang diterkam binatang buas, serta sembelihan untuk berhala.Dalam keadaan darurat, Allah memberi keringanan agar manusia tidak celaka.