Option C is the answer.
Option A is incorrect as the apostrophe indicates possession. Option B is incorrect as the same reason as above. Since R is capitalized, a single 's' will be added without any apostrophe. If R weren't capitalized, then it should have been 3 r's so as to avoid confusion of whether the writer is talking about rs or only r. R's means "of R". Hope I helped! You may comment here or message me if you have any further doubts :)
the answer is option C. hope it helps!
The correct answer is Option C: 'Three Rs make up her initials.' Apostrophes are not needed when simply indicating the plural of a letter. The correct way to form the plural of the letter R is to write it as Rs without any apostrophe.
;
Penjelasan:Intisari dari Yakobus 1:19-20 adalah: Hendaklah setiap orang cepat mendengar, lambat untuk berkata-kata, dan lambat untuk marah. Ayat ini menekankan pentingnya pengendalian diri dalam merespons situasi. Kita diajak untuk lebih banyak mendengarkan daripada berbicara, serta mengendalikan emosi marah. Kemarahan tidak menghasilkan kebenaran atau keadilan dari Allah, melainkan seringkali justru menimbulkan masalah dan konflik. Dengan kata lain, intisari dari ayat ini adalah kesabaran dan pengendalian diri dalam berkomunikasi dan merespons emosi adalah kunci untuk hidup yang berkenan kepada Allah.
Jawaban:Baik, mari kita ambil inti sari dari Yakobus 1:19–20.Ayatnya berbunyi:“Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, lambat untuk berkata-kata, dan lambat untuk marah; sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.”Intisari:1. Cepat mendengar → Belajar untuk lebih banyak mendengar daripada berbicara. Ini menandakan kerendahan hati dan keterbukaan terhadap hikmat serta firman Tuhan.2. Lambat berkata-kata → Jangan tergesa-gesa dalam berbicara, sebab kata-kata yang keluar bisa menyakiti atau menyesatkan bila tidak dipikirkan dengan bijaksana.3. Lambat untuk marah → Menahan diri dari amarah yang tidak terkendali, karena amarah manusia biasanya lahir dari ego dan bukan dari kehendak Allah.4. Alasan → Amarah manusia tidak menghasilkan kebenaran atau kesalehan yang dikehendaki Allah. Jadi, inti pesannya adalah agar orang percaya hidup dengan kebijaksanaan dalam mendengar, mengendalikan ucapan, serta menahan amarah, supaya hidupnya mencerminkan kebenaran Allah.